Quotes

"Dream,Believe,Make It Happen"

Minggu, 17 April 2011

SENI RUPA

Warna : disesuaikan dengan bentuk tubuh, warna kulit, dan kesempatan yang dihadiri. Teori warna yang dikemukakan 4 para ahli yaitu :
1.) Prank          3.) Brewster2.) Munsell        4.) Oswald
yang banyak dipakai teori para perancang mode adalah teori warna dari Brewster. Sedangkan yang lain lebih banyak dipakai dalam industri busana dan cat


Penggolongan warna dikelompokkan menjadi 2 antara lain :
1.) Akromatis : (kelompok warna hitam, putih, dan abu-abu)
Fungsi :
1.) menetralkan warna
2.) memberi tekanan pada warna
3.) melemahkan dan menguatkan warna


2.) kromatis : sekelompok warna dengan beberapa tingkatan
Menurut Brewster, warna kromatis dibedakan menjadi 3 tingkatan :
1.) Warna Primer / warna pertama / warna dasar / warna asli
2.) warna sekunder / warna kedua : percampuran antara 2 warna primer
3.) warna tersier / warna ketiga : percampuran antara warna primer dan warna sekunder

Terdapat 3 kombinasi warna antara lain :
1.) Monocromatik / Monokromatif : kombinasi yang diperoleh dari satu corak warna tetapi dengan gelap terang yang berbeda
2.) Analog : kombinasi warna yang menggunakan warna-warna yang letaknya berdekatan denngan lingkaran warna
contoh : hijau dengan kuning kebiru-biruan, ungu dengan ungu kebiru0biruan,dll
3.) komplemen : kombinasi wara yang bersebrangan / berhadapan / bertentangan dalam lingkaran warna.
contoh : ungu dengan kuning, hijau dengan merah, jingga kekuning-kuningan dengan biru keungu-unguanPengaruh warna terhadap bentuk tubuh
Pada abad modern ini, warna berperan sekali dalam bidang mode, khususnya warna untuk busana. Pilihan yang tepat dalam berbusana bisa membuat pemakai terlihat lebih cantik dan luwes. Warna dapat dipakai untuk menonjolkan bagian tubuh yang dianggap menarik dan sekaligus menutupi kekurangan yang ada pada tubuh.
Contoh : untuk orang yang berbadan pendek sebaiknya memakai satu warna untuk blus dan rok.

Beberapa kesan yang timbul bila kita menggunakan warna busana antara lain :
- warna cerah atau panas seperti merah, kuning, dan jingga akan memberi kesan tubuh menjadi besar
- warna gelap / dingin seperti biru, hijau, ungu akan memberi kesan tubuh menjadi leco;
- sedangkan warna-warna yang sesuai digunakan untuk busana remaja adalah merah, jingga, dan kuning. Warna tersebut memberi kesan riang gembira, sedangkan warna biru dan hijau juga dapat dipilih tetapi dengan syarat intesitasnya harus cerah dan valuenya muda. Adapun untuk orang dewasa, pemilihan warna disesuaikan dengan warna kulit, bentuk tubuh, dan kesempatan.

Pemilihan tekstur
Pengertian Tekstur
Testur adalah sifat permukaan bahan atau kain yang dapat dilihat dan diraba atau dirasakan.
Macam-macam tekstur bahan tekstil antara lain :
a.) Tekstur berkilau : bahan sutra, beludru, tafeta, satin
b.) Tekstur kusam : bahan katun dan blacu
c.) Tekstur kaku : bahan organdi, famateks, satin
d.) Tekstur lembut : bahan sutera dan milfa
e.) Tekstur tembus pandang : bahan chiffon dan organdi
f.) Tekstur tebal : bahan drill, woll, beludru
g.) Tesktur tipis : bahan parisvoile
Pemilihan tekstur harus disesuaikan dengan bentuk tubuh, model, dan kesempatan pemakaiannya misalnya : wanita dengan bentuk tubuh gemuk jangan memilih bahan dengan tekstur berkilau, karena akan memberi kesan bentuk tubuh menjadi besar. Untuk busana pesta, dapat dipilih bahan dengan tekstur berkilau, tembus pandang, sehingga memberi kesan mewah. Demikian pula halnya dalam pemilihan tekstur untuk berbagai model busana, model rok, kerut sebaiknya menggunakan bahan dengan tesktur tipis dan lembut.

Pemilihan Corak Tekstil
Corak adalah susunan dari garis, bentuk dan ukuran, serta warna yang terdapat pada bahan tesktil.
Macam-macam corak tekstil :
1.) Corak Alam : 
- tumbuh-tumbuhan (bunga, daun, dll)
- hewan
- benda-benda alam (batuan, pasir, dll)
2.) Corak Geometris :
- berkotak
- bergaris
- bola-bola
3.) Corak Abstrak : gabungan corak alam dan geometris

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar